Sabtu, 29 Januari 2011

Misteri Tanggal 26…

Misteri Tanggal 26…



Kepulauan Nusantara yang berada digugusan “ Ring of Fire “ rentan dengan bencana alam. Baik gempa bumi, tsunami,maupun letusan gunung berapi. Karena itu diperlukan langkah untuk mengantisipasi yang memadai untuk menekan sedikit mungkin jumlah korban. Lantaran ditempa bencana alam seolah menjadi fitrah bangsa ini. Namun tahukah kita,bahwa sejumlah bencana alam ditanah air memiliki kesamaan dari aspek tanggal kejadian.
Tilik saja bencana yang ditimpa tanah air yang kebanyakan terjadi pada tanggal 26. Entah suatu keanehan atau kebetulan,musibah terjadi ditanah air sebagian besar terjadi pada tanggal 26.
Diantaranya :

1. Tsunami aceh (26 desember 2004)
Berdasarkan informasi yang diporoleh pada tanggal 26 desember 2004,terjadi gempa bumi dahsyat di Samudra Hindia,lepas pantai barat aceh. Gempa terjadi pada pukul 07.58 WIB di 160 km. Gempa ini berkekuatan 9,2 skala Richter.

2. Gempa bumi Jogja (26 mei 2006) menewaskan banyak korban jiwa,korban luka berat dan luka ringan. Gempa ini sempat memporak-porandakkan kota Jogja. Dan getaran gempa terasa hingga kota demak tempat kita tinggal.

3. Gempa Bumi Tasikmalaya (26 juni 2010)
Sementara itu di pada 26 juni 2010 terjadi gempa berkekuatan 6,3 skala Righter di Tasikmalaya, Jawa Barat pada pukul 16.50 WIB. Getaran gempa dirasakan hingga wilayah kota Jakarta.

4. Tsunami Mentawai dan Meletusnya gunung merapi (26 oktober 2010)
Mengejutkannya lagi bencana ini terjadi disaat yang bersamaan. Sementara di wilayah gunung merapi sendiri menewaskan sekitar 37 korban tewas,termasuk juru kunci gunung merapi mbah marijan yang meninggal pada posisi sujud. Hingga sekarang status gunung merapi masih berstatus awas. Tetapi banyak pengungsi yang masih saja bolak-balik kerumah mereka dengan alas an member makan hewan ternak mereka

Banyak yang berpendapat dan meyakini bahwa tidak ada yang kebetulan didunia ini. Setiap peristiawa telah digariskan oleh Allah SWT. Oleh karena itu setiap manusia harus arif dalam menyikapi musibah yang menimpa dan senatiasa menjaga dan melestarikan bumi kita agar bencana yang menimpa tanah air berkurang. Semua itu kembali pada manusia itu sendiri. Apakah bisa merawat dan menjaga bumi yang banyak memberikan kita pelajaran dalam menjalani kehidupan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar